Posted by : Muhammad Amtsal Minggu, 25 November 2012


PENGERTIAN ZAKAT

Makna Zakat
Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10)
Menurut Hukum Islam (istilah syara'), zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu (Al Mawardi dalam kitab Al Hawiy)
Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.

2.    Penyebutan Zakat dan Infaq dalam Al Qur-an dan As Sunnah
a.       Zakat (QS. Al Baqarah : 43)
b.      Shadaqah (QS. At Taubah : 104)
c.       Haq (QS. Al An'am : 141)
d.       Nafaqah (QS. At Taubah : 35)
e.       Al 'Afuw (QS. Al A'raf : 199)

3.      Hukum Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

4.      Syarat-syarat Wajib Zakat
a. Muslim
b. Aqil
c. Baligh
d. Memiliki harta yang mencapai nishab
5.      Macam-macam Zakat
a.      Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
1)      Pengertian Nafs / fitrah
Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.
2)      Yang berkewajiban membayar
Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Berikut adalah syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah:
·         Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
·         Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
·         Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
·         Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.
3)      Besarnya Zakat
Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki)
4)      Waktu Pengeluaran
Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.
5)      Penerima Zakat
Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan, yaitu:
·         Fakir yaitu orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak mempunyai harta kekayaan untuk mencukupi kebutuhannya
·         Miskin yaitu orang yang mempunyai pekerjaan tetap mamun hasilnya tidak mencukupi kebutuhan
·         Amil yaitu orang yang diberi amanah untuk mengurusi dan membagikan zakat
·         Muallaf yaitu orang yang baru masuk islam
·         Riqab (Hamba Sahaya) yaitu orang yang ingin membayar tebusan untuk memerdekakan dirinya
·         Gharim yaitu orang yang memiliki utang (digunakan untuk kebaikan)
·         Sabilillah yaitu orang yang berjuang dijalan Allah Swt.
·         Ibnu Sabil yaitu orang yang sedang dalam perjalanan yang tidak memiliki cukup bekal untuk perjalanannya (bukan untuk keburukan).

namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.
6)      Sumber Hadist berkenan dengan zakat fitrah
·         Diriwayatkan dari Ibnu Umar t.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadan satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari sya'iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
·         Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum salat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah salat 'ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (H.R : Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni)
7)      Hikmah disyari’atkannya Zakat fitrah
Di antara hikmah disyari'atkannya zakat fitrah adalah:
a)      Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-Nya.
b)      Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.
c)      Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa. (Lihat Al Irsyaad Il
d)     Ma'rifatil Ahkaam, oleh Syaikh Abd. Rahman bin Nashir As Sa'di, hlm. 37.)
e)      Di antara hikmahnya adalah sebagaimana yang terkandung dalam hadits Ibnu Abbas radhiAllahu 'anhuma di atas, yaitu puasa merupakan pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk, demikian pula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin.
b.      Zakat Maal (harta).
1)       Pengertian Maal (harta)
Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya
Menurut syar'a, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya (lazim).
sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu:
·         Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai;
·         Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya
rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.
2)      Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati
·         Hak Milik Penuh (Almilkuttam)
harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaanya secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh.
·         Berkembang
harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang.
·         Cukup ( Nishab)
harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara'
·         Lebih Dari Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah)
Harta yang dimiliki melebihi kebutuhan pokok (kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya)
·         Bebas Dari hutang
·         Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedang hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul.
3)      Harta(maal) yang Wajib di Zakati
a)      Binatang Ternak
b)      Emas Dan Perak
c)      Harta Perniagaan
d)     Hasil Pertanian
e)      Ma-din dan Kekayaan Laut
f)       Rikaz
4)       Nishab dan Kadar zakat
a)   Sapi, Kerbau dan Kuda
Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor. Artinya jika seseorang telah memiliki sapi (kerbau/kuda), maka ia telah terkena wajib zakat.
Selanjutnya setiap jumlah itu bertambah 30 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor tabi'. Dan jika setiap jumlah itu bertambah 40 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor musinnah.
b)   Kambing/domba
Nishab kambing/domba adalah 40 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 40 ekor kambing/domba maka ia telah terkena wajib zakat.
Selanjutnya, setiap jumlah itu bertambah 100 ekor maka zakatnya bertambah 1 ekor.
c)   Ternak Unggas (ayam,bebek,burung,dll) dan Perikanan
Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah (ekor), sebagaimana halnya sapi, dan kambing. Tapi dihitung berdasarkan skala usaha.
Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 Dinar
terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.
d)  Unta
Nishab unta adalah 5 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 5 ekor unta maka ia terkena kewajiban zakat. Selanjtnya zakat itu bertambah, jika jumlah unta yang dimilikinya juga bertambah
Selanjutnya, jika setiap jumlah itu bertambah 40 ekor maka zakatnya bertambah 1 ekor bintu Labun, dan setiap jumlah itu bertambah 50 ekor, zakatnya bertambah 1 ekor Hiqah.
e)   Emas dan Perak
Nishab emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200 dirham (setara 672 gram perak). Artinya bila seseorang telah memiliki emas sebesar 20 dinar atau perak 200 dirham dan sudah setahun, maka ia telah terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.
f)    Perniagaan
nishabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun memiliki kekayaan (modal kerja dana untung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas, maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %

c.       Hikmah Zakat Maal (Harta)
1)      Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa;
2)      Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya;
3)      Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa;
4)      Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam;
5)       Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbanagn dalam distribusi harta;
6)      Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau   pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial,
7)      Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera.




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Post

Followers

Blogger templates

- Copyright © 2013 Muhammad Amtsal -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -