Tampilkan postingan dengan label TIK. Tampilkan semua postingan
TOPOLOGI RING - TIK
TOPOLOGI RING
TUGAS KELOMPOK XI IPA 2
Oleh :
Fauziah Novita
Putri Rifai
Hani’atul
Maghfuroh
Jati Krisna
Nurcahyo
Muhammad Amtsal
Hilmy A
I.
DEFINISI TOPOLOGI RING
Topologi cincin adalah topologi
jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik
lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada Topologi cincin,
masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal
disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama
untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada
perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu
oleh Token.
Token berisi informasi
bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan
melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan
oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang
diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya
dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa
data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga
sinyal data mencapi tujuannya.
Dengan cara kerja seperti
ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data
dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital
dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin,
komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi
kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah
jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat
komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin
adalah “repeater”, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin. Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data
berlangsung pada jaringan cincin sering disebut Token-Ring
II.
KARAKRETISTIK TOPOLOGI RING
·
Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
·
Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
·
Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat
dihindarkan.
·
Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
·
Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6)
III.
JENIS KABEL YANG DIGUNAKAN
TOPOLOGI RING
A.
TWISTED
Twisted pair (shielded dan
unshielded): Bentuk kabel twisted pair sama dengan kabel telpon. Ada 2 macam bentuk kabel twisted pair, yaitu
Shielded twisted pair (STP) yang memiliki selubung pembungkus dan Unshielded
Twisted pair (UTP) yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Sebenarnya, fungsi
pembungkus ini adalah untuk mengurangi gangguan grounding dan interferensi
gelombang dari luar.
Beberapa karakteristik utama dari kabel twisted pair adalah sebagai
berikut:
1)
Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain tujuannya adalah untuk
mengurangi interferensi listrik;
2)
Kecepatan transmisi data 10 s/d 100 Mega byte per sekon;
3)
Memakai konektor RJ-11 atau RJ-45;
4)
membutuhkan hub atau switch untuk membangun jaringan LAN;
5)
Mudah dalam pemeliharaan karena jika ditemukan kerusakan pada satu titik
sambungan, tidak akan mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.
B.
FIBER
OPTIC
Kabel Serat Optik –
Berbeda dengan kabel twisted pair atau koaksial yang menggunakan tembaga
sebagai medium transmisi data, kabel serat optik menggunakan cahaya. kabel
iniberisi serat kaca tipis dan ditengahnya terdapat Core (inti) yang merupakan
lubang tempat lewatnya cahaya. Diameter inti kabel berukuran sampai skala
micrometer. Dibandingkan kabel tembaga, kabel serat optik memiliki berat
teringan yang dapat mencapai 80 kali lebih ringan dari kabel tembaga.
IV.
JENIS PERANGKAT TOPOLOGI RING
|
Jenis
|
NIC Token Ring Card
|
|
Kabel
|
Twisted Pair dan fiber optic
|
|
Connector
|
RJ-45
|
|
Protokol
|
Token Ring
|
|
Alat Lain
|
MAU (Multistation Access Unit), untuk menghantar data melalui
cincin
|
V.
GAMBAR TOPOLOGI RING
VI.
KELEBIHAN TOPOLOGI RING
·
Mudah untuk dirancang dan
diimplementasikan
·
Memiliki performa yang
lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data
yang berat sekalipun.
·
Mudah untuk melakukan
konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
·
Mudah untuk melakukan
pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan
konfigurasi point to point
·
Hemat kabel
·
Tidak akan terjadi
tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat
mengirimkan data
·
VII.
KELEMAHAN TOPOLOGI RING
·
Peka kesalahan, sehingga
jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh
jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda
(dual ring).
·
Pengembangan jaringan
lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan
mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·
Kinerja komunikasi dalam
jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·
Dapat terjadi collision[dua
paket data tercampur]
·
Diperlukan penanganan dan
pengelolaan khusus bandles
VIII.
TIGA FUNGSI YANG DIPERLUKAN DALAM TOPOLOGI
RING
1.
Penyelipan data :
Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan
kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan
bit-bit tambahan lainnya.
2.
Penerimaan data :
Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju
telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang
ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut
sama maka data kiriman disalin.
3.
Pemindahan data :
Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil
kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya
(mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak diambil kembali maka data ini
akan berputar-putar dalama saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan
terjadi karena kiriman akan diserap oleh “terminator”.
Topologi Jaringan ~ TIK
MAKALAH
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
TOPOLOGI JARINGAN

Oleh : Muhammad Amtsal Hilmy Abiyyu / X-1
SMA IT ABU BAKAR YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke
hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “TOPOLOGI JARINGAN”. Makalah ini
diajukan guna memenuhi tugas mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK).
Kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai
dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Akhir kata, saya selaku penulis mengucapkan banyak terimakasih.
Yogyakarta, 25 November 2012
Muhammad Amtsal Hilmy A.
Sebuah jaringan komputer dibangun
menggunakan suatu topologi jaringan. Tidak semua topologi jaringan
sesuai untuk digunakan dalam sebuah jaringan komputer. Hal itu dipengaruhi dari
sumber daya yang akan digunakan untuk membangun jaringan. Oleh karena itu
seorang administrator jaringan harus cermat dalam memilih topologi yang cocok
untuk jaringan yang akan di buatnya. Dalam posting kali ini saya mengulas
beberapa jenis topologi jaringan yang umum di gunakan beserta kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
a. Topologi Bus
Gambar 1 :
Prinsip Kerja Topologi Bus
Topologi bus ini sering juga disebut
sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan
kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
Kelebihan topologi Bus :
- Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah
- Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya
- Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih murah
- Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kekurangan topologi Bus :
- Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal
- Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit
- Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.
- Keamanan data kurang terjamin
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh
b. Topologi Ring
Gambar 2 :
Prinsip Kerja Topologi Ring
Disebut topologi ring karena
bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di
hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan
concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari
setiap komputer yang terhubung.
Kelebihan topologi ring :
- Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat
- Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanandari server
- Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.
Kekurangan topologi ring :
- Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
- Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat
- Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudahhabis.
c. Topologi Star
Gambar 3 :
Prinsip Kerja Topologi Star
Disebut topologi star karena
bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa
hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan
ke concentrator ini.
Kelebihan topologi star :
- Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah
- Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
- Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
- Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
Kekurangan topologi star :
- Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
- Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
- Boros dalam penggunaan kabel
- Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.
d. Topologi Tree
Gambar 4 :
Prinsip Kerja Topologi Tree
Topologi pohon adalah pengembangan
atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang
bercabang namun loop tidak tertutup.
Kelebihan topologi tree :
- Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point
- Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
- Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur
- Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
Kekurangan topologi tree :
- Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
- Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
- Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
- HUB menjadi elemen kritis.
e. Topologi Mesh
Gambar 5 :
Prinsip Kerja Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi yang
tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan
komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian
media transmisi. setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke
perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh
setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju
(dedicated links).
Kelebihan topologi mesh :
- Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.
- Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat. Satu link di gunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju.
- Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
- Mudah dalam proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan topologi mesh :
- Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
- Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
- Biaya yang besar untukmemelihara hubungan yang berlebih.
Diberdayakan oleh Blogger.


